Gerak Lurus Beraturan (GLB) adalah keadaan ketika suatu benda bergerak dengan kecepatan yang tidak berubah atau konstan. Jadi GLB adalah ketika jarak dan kecepatan benda selalu konstan. GLB ini dimulai dari suatu keadaan di mana benda telah mengalami gerakan sebelumnya. Pada gerak lurus, kita akan mengenal beberapa besaran. Di antaranya ada posisi, jarak, perpindahan, kelajuan rata-rata, kecepatan rata-rata, kelajuan sesaat, kecepatan sesaat, dan percepatan. Yuk, kita bahas satu per satu! 1. Posisi. Dalam kinematika gerak lurus beraturan adalah gerak dengan kecepatan konstan, sehingga percepatannya nol. Hal ini merupakan fakta yang diperoleh dari hubungan percepatan sebagai turunan pertama dari fungsi kecepatan. Karena $v$ adalah nilai yang konstan maka $a=0.$ \begin{equation} a=\frac{dv}{dt}=0 \end{equation} 2. Grafik Gerak Lurus Beraturan Sejatinya, ada tiga komponen utama rumus pada gerak lurus beraturan yaitu kecepatan (v), perpindahan (s atau x) dan selang waktu (bisa dalam jam maupun detik). Terkadang penulisan simbol pada rumus gerak lurus beraturan di buku-buku sekolah itu sedikit berbeda, seperti di bawah ini. Gerak lurus beraturan (GLB) merupakan gerak dengan lintasan lurus dan kecepatan konstan. Tidak ada perubahan kecepatan pada gerak ini. Hal inilah yang membuat contoh gerak lurus beraturan lebih mudah dianalisis daripada jenis gerak yang lain. Gerak jatuh bebas adalah gerak lurus berubah beraturan dalam arah vertikal dengan kecepatan awal nol serta mengalami percepatan sebesar percepatan gravitasi bumi. Dengan demikian v o = 0 dan a = g. Rumus-rumus pada gerak jatuh bebas adalah sebagai berikut. Ciri gerak lurus berubah beraturan adalah: Percepatan tetap: Benda mengalami percepatan dengan tingkat yang sama sepanjang waktu. Kecepatan berubah merata: Kecepatan benda berubah dengan jumlah yang sama dalam interval waktu yang sama. Lintasan lurus: Benda bergerak sepanjang lintasan yang tidak melengkung, tetap dalam garis lurus. Sedangkan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) terjadi ketika kecepatan benda berubah secara teratur sepanjang waktu. Dalam gerak lurus berubah beraturan, percepatan benda selalu konstan. Contoh penerapan gerak lurus berubah beraturan adalah ketika sebuah mobil melakukan pengereman. Terdapat dua jenis gerak lurus berubah beraturan yaitu gerak lurus berubah beraturan dipercepat dan gerak lurus berubah beraturan diperlambat. Gerak Pengamatan cahaya yang mengalami pembelokan juga hanya terjadi pada saat cahaya merambat melalui medium berkekerapan rendah menuju medium berkekerapan tinggi, seperti dari udara ke air. Persamaan atau rumus Gerak Lurus Berubah Beraturan menggunakan tanda positif (+) ataupun negatif (-) tergantung pada dipercepat atau diperlambatnya gerak. Persamaannya dapat ditulis seperti di bawah ini. Rumus Gerak Lurus Berubah Beraturan: v t 2 = v 0 2 + 2.a.s. v t = v 0 + a.t. s = v 0.t + 1/2.a.t 2. Keterangan. v: kecepatan (m/s) v 0 ioPwA73.