Berdasarkanpengalaman gue ke Beijing dan Shanghai di musim Semi di akhir Maret, suhu rata-rata di Beijing kisaran 10° untuk siang hari dan 2° untuk malam hari sedangkan suhu rata-rata di Shanghai kisaran 20° untuk siang hari dan 7° untuk malam hari. Tiket Online Naik ke Oriental Pearl Tower, Sensasi jalan di atas KACA TRANSPARAN! KLIK
Pernahmerasa takut nggak pas jalan-jalan di India? Pernah. Pas saya ke bandara Amritsar di pagi buta naik auto karena nggak ada taksi yang mau mengangkut saya sama sekali dikarenakan kabut yang sangat pekat dan kemudian Abang auto meninggalkan saya di sebuah jalan yang katanya menuju pintu bandara tapi saya nggak bisa lihat apa-apa selain bias lampu yang jatuh ke kabut yang tebal, itu saya agak merasa takut.
Pengalamanjalan-jalan ke Curug Cibeureum Cipanas. Hari ini saya akan sedikit cerita pengalaman saya sewaktu liburan yg lalu iseng-iseng diajak teman untuk berlibur ke Puncak. Hari itu hari Minggu, tanggal dan jamnya saya tidak tau pasti tapi yg jelas sih hari itu dimana saya bisa hang out ke Puncak. Menurut kalian mungkin itu hal yg biasa yah
Ohiya, kami berangkat sekitar jam 5 sore, dapet duduk di kursi paling belakang. Layout bus India emang agak aneh. Ada bagian sleeper di bus kami yang sudah sangat sempit. Pokoknya semua ruang dimanfaatkan deh, jangan sampe ada yang kosong.
Dibagian isi saya akan share tentang pengalaman saya jalan-jalan ke Belitung sendiri tanpa ikutan tour beserta itinerary traveling saya. Day 1: Penerbangan ke Belitung - Danau Kaolin - Pantai Tanjung Tinggi
Jangankaget bila di jalan bebas hambatan saja kita bisa melihat pengendara sepeda motor berboncengan 3 orang tanpa mengenakan helm. Seru, kan? #3 Sulit beli nomor seluler bagi pendatang. Kalau suatu hari nanti kamu berkesempatan jalan-jalan ke India, saran saya, beli paket data dengan periode sama dengan waktumu tinggal di India.
Pengalamannaik Malindo Air ke India. Pengalaman naik Malindo Air ke India, menjadi pengalaman pertama saya naik maskapai bertarif rendah berbasis di Malaysia itu. Awalnya harapan saya besar untuk bisa merasa nyaman, tapi ternyata saya kena apes harus mengalami delay hingga 4 jam dari New Delhi ke Kuala Lumpur.
JikaAnda ingin berlibur ke Perancis tanpa tour guide Anda wajib bisa menggunakan bahasa Perancis, setidaknya dasar-dasar bahasa Perancis. Hal ini karena sebagian besar masyarakat Perancis tidak bisa menggunakan bahasa Inggris. Anda juga dapat menemukan pengalaman yang unik dengan pergi jalan-jalan ke India tanpa tour guide.
Meskidi website tertulis prosesnya 2×24 jam hari kerja. Alangkah baiknya mengajukan dua minggu atau sebulan sebelumnya. Pengalaman pribadi pernah lima hari sebelum berangkat, dan sebulan sebelum berangkat. Seorang kawanku malah parah, sudah seminggu apply belum juga approve. Dan besoknya dia harus berangkat ke India.
haigan, saya mau belajar nulis nih dengan berbagi sedikit cerita pengalaman saya jalan-jalan kesingapore dalam rangka mendampingi dua keponakan cewek yang gila belanja 3 hari 2 malam 18-20 maret 2012 Singapore memang Negara tetangga favorit warga Indonesia yang digemari karena surge belanja, rekreasi dan juga sebagai tempat latihan pertama orang Indonesia jalan-jalan keluar negri.
39Wt8. detikTravel Community - Traveling ke India pasti menghadirkan pengalaman baru untuk traveler. Sebelum pergi ke sana, simak beberapa hal berikut agar liburan makin nyaman dan berkesan. Tentu sangat bermacam-macam kejadian yang dialami setiap para pelancong. Emosi bercampur aduk ketika bepergian bermil-mil jauhnya dari rumah membawa sensasi tersendiri bagi para traveler. Saya misalnya yang backpacking ke hal, ilmu, pelajaran hidup yang saya dapatkan ketika berkunjung ke sana. Berat rasanya meninggalkan satu momen paling sakral dengan keluarga yaitu lebaran Idul lebaran yang harusnya mudik, kumpul dengan keluarga besar, malah yang saya lakukan sebaliknya, jauh dari rumah, mudik ke negara lain. Kali ini saya akan membagikan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan ketika bepergian ke India berdasarkan pengalaman yang saya Jaga KesehatanHal ini sangat penting karena makanan di India sangat berbeda dengan makanan kita sehari-hari. Penuh dengan rempah-rempah yang tajam dan khas. Berbagai macam hidangan dari yang manis semanis-manisnya, sampai dengan yang pedas dan tidak bisa tertelan di pelancong yang kerap kali terkena delhi belly alias mencret. Pernah selama saya di sana, saya nyaris pingsan, saking panasnya sampai harus membatalkan puasa saya karena kepala saya sudah berputar-putar, penglihatan saya sudah gelap dan malam juga di kereta, saya tiba-tiba demam dan untung ada obat yang siap sedia. Makanya sangatlah perlu membawa obat-obatan, obat diare, minyak kayu putih, obat demam, sakit kepala, masker, tisu basah, dan hand informasi, di sudut –sudut jalan di India berbau pesing. Dimana-mana bisa terlihat orang yang pipis sembarangan. Jadi jangan heran kalau ke India bau pesingnya sangat Cetak TiketBiar saat di imigrasi mudah dan lancar, bagi yang mengurus VOA Visa On Arrival harus mencetak tiket pulang. Pengalaman kemarin, teman saya tidak mencetak sampai-sampai berdiam lama dan harus beradu kata dengan petugas imigrasi karena urusan tidak mencetak tiket pulang. Selain tiket pulang petugas juga meminta print-an bookingan hotel. Jadi ingat, wajib untuk cetak tiket!3. Musim panas, pakai sun blockMusim panas di India luar biasa panas, teriknya minta ampun. Bisa sampai 40 derajat celcius. Muka saya sampai terbakar dan radang saking panasnya. Pernah saya perhatikan di sekitar bawah mata saya muncul benjolan-benjolan seperti habis di gigit semut. Mungkin karena tidak memakai sunblock, atau krim wajah yang saya pakai tidak cocok melawan panas yang Beli SIM Card lokalPenggunaan ponsel dan layanan internet sangat bakal membantu kita dalam bepergian. Browsing untuk keperluan traveling, aktif di sosial media, komunikasi dengan keluarga dan teman sangat dibutuhkan. Untuk penggunaan layanan internet menggunakan provider dari simcard yang kita punya di Indonesia bakal memakan biaya yang sangat berhemat sebaiknya membeli SIM Card di negara yang kita kunjungi. Di India, provider yang terkenal dan bagus adalah Airtel dan Vodafone. Disediakan berbagai macam paket sesuai dengan kebutuhan masing-masing Tawar hargaMembeli barang pasti mutlak dilakukan jika sedang bepergian ke mana-mana. Entah itu keperluan sehari-hari traveling, makan, transportasi, oleh-oleh segala macam harus dengan nyali yang di India rata-rata menaikkan harga jualannya bisa sampai 7 kali lipat dari harga seharusnya. Saya pernah membeli satu celana yang dari harga 500 rupee menjadi 150 rupee saja, dan pernah juga membeli kain sari buat oleh-oleh dari harga 900 rupee menjadi 300 rupee. Hebat kan?Sampai suatu hari saya pernah dikejar sama penjual saking ngototnya minta diturunkan harga barangnya. Sudah memasang tampang kaku, keras kepala, no ekspresi toh akhirnya penjualnya menyerah Senyum secukupnya, Ramah seperlunyaKebanyakan jika bepergian kita harus bersikap ramah, dan supel ke warga lokal. Kali ini saya yang orangnya suka nyengir, senyum lebar akhirnya mendadak menjadi agak dingin. Sebagai traveler cewek harus hati-hati, soalnya laki-laki India banyak yang iseng dan suka berbuat jahil ke orang saja tidak selalu harus memasang tampang dingin selama traveling, untuk sikap ini saya berlakukan di tempat-tempat yang ramai, misalnya di pinggir jalan besar, dalam stasiun, pasar,dalam kereta, dan Tas anti pencuriTempat uang, kredit card, paspor haruslah sangat aman tempatnya. Jangan sekali-kali menyimpan benda-benda vital tersebut di backpack Anda. Dianjurkan untuk membeli fanny pack, belt money, neck pouch, atau leg pouch biar aman dari pencuri. Ada beragam jenis safety wallets, tergantung traveler, mau yang anti air juga kondisi di India sangat padat, gaya hidup yang tergolong rendah, kriminal semakin merajalela juga. Jadi tetap waspada. Alhamdulilah selama di sana, tidak ada satu barangpun dan serupee pun yang dicolong. Intinya, jangan banyak tingkah dan harus terus mengecek barang-barang berharga Bertanya itu perluTentunya setiap bepergian seringkali dihadapkan dengan situasi dimana kita harus meminta orang lain untuk membantu kita ke tempat yang ingin dituju. Selain mengandalkan google map, bertanya ke orang lokal itu ke petugas, polisi, atau semacamnya. Misalnya saja arah gerbong, platform, counter tiket, atm, nama stasiun, dan sebagainya. Bukannya orang India tidak bisa dipercaya, cuman aparat biasanya lebih tahu. Umpamanya kalau tidak ketemu sama aparat petugas, ya pintar-pintarlah bertanya ke orang lokal yang perawakannya bisa untuk di tanyai. Misalnya orang yang perawakannya mirip businessman, mahasiswa. Tipe pantas untuk ditanyailah, yang jelas jangan ke kuli atau penjual jajanan di pinggir Jangan jajan sembaranganSaya tipe orang yang suka ngemil. Cemilan di India bermacam-macam. Harus lihat-lihat juga kalau ingin merasakan cemilan di India. Misalnya mau makan kacang-kacangan, atau manisan, harus hati-hati untuk dikemas bersih dan tempat jualannya juga bersih, soalnya banyak pedagang-pedagang yang jualannya nggak ditutup, lalat, dan debu dimana-mana. Masak mau makan jajanan yang dikerok pake tangan yang kukunya hitam semua?10. Hindari minum air kranBedanya di India dan Indonesia adalah yang ini. Selalu ada spot Free Drinking water yang tersedia. Kali ini jangan sekali-kali meminum air yang disediakan gratis itu. Mending berkorban 2 Rupee untuk sebotol air mineral daripada harus menanggung perut yang bakal melilit sepanjang Jeli soal transportasiJangan Taksi. Pasti mahal dan selama saya di sana saya tidak pernah mau naik taksi. Kalaupun itu urgent banget, pilih bajaj saja. Para pengendara bajaj dan bus di sana bukan main gilanya. Bisa terlempar sana-sini saking di India bermacam-macam, jika tempat yang ingin dikunjungi dekat bisa jalan kaki atau naik becak. Agak jauh bisa naik bus dan bajaj. Kalaupun naik bajaj dan becak harus nawar-nawar juga. Secara mereka tahu yang mana turis mana oranag lokal. Naik Metro juga sangat disarankan. Sangat tepat waktu dan saya naik bus tujuan ke Lotus temple, si kondektur minta 10 rupee per orang, tapi untung ada penumpang lain yang memberi tahu untuk bayar 5 rupee saja. Untung saja!12. Ingat waktuBagi traveler cewek mutlak waspada dengan bepergian di malam hari. Di India kerap kali tidak aman untuk turis asing. Pernah suatu malam, pas malam lebaran, saya dan teman saya berkunjung ke tempat pasar malam untuk membeli baju sari buat lebaran jam 10 malam lewat, kami berdua harus ke tempat gang sempit untuk menjahit lengan baju sari kami. Pas saat pulang, di depan kami tiba-tiba ribut, sekelompok laki-laki bergerombol, mabuk, dan berkelahi. Wah, kami langsung ambil langkah Jangan terlihat seperti turisBerbaur dengan orang lokal itu penting. Banyak manfaatnya, bisa dikasih makan gratis, dimudahkan masuk kuil, dibantu jadi guide, dan masih banyak lagi lainnya. Banyak pelancong yang gayanya sangat mencolok. Pakaian yang dikenakan, camera terekspos kelihatan mencolok banget, bisa-bisa jadi sasaran empuk. Bisa saja di rampok, dibodohi dan dikerumuni para peminta-peminta. Saya kerap kali mengucapkan phrase bahasa India, dan memakai baju sari biar terlihat seperti orang lokal.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. "Makanan di India bersih gak kak?""Katanya di sana jorok ya? Nonton vlog orang, liatnya aja sampe mau muntah." "Kok kamu berani banget sih cewek berdua doang jalan-jalan ke sana?" Namaste~Selama jalan-jalan ke India pada tengah Februari lalu, saya kerap menerima pesan dari beberapa teman yang rata-rata menanyakan hal serupa tentang rumor jalan-jalan ke India. Contohnya ialah 3 pertanyaan di atas, yang sungguhan masuk dalam inbox setelah saya membagikan beberapa aktivitas lewat IG aja, sebelum berangkat ke India, saya memang parno soal beberapa hal. Satu, soal keamanan turis cewek. Dan dua, soal legenda Delhi Belly, yaitu istilah populer buat penyakit diare yang biasanya menyerang turis-turis yang kagok dengan makanan India yang katanya disajikan secara tidak nggak parno. Wong setiap kali googling nama kota di India, mesti deh nongol berita tentang pelecehan seksual. Tiap kali blogwalking/tanya kanan-kiri, yang ditemukan adalah kesaksian bedeuuh kesaksian rangorang yang sakit perut sampai demam berminggu-minggu, cerita tentang turis Eropa yang diperkosa beramai-ramai di kereta jarak jauh, atau tentang turis yang dikuntit karena menolak membeli suvenir, dan lain sebagainya. Terus gimana sih kenyataannya? Apakah ketakutan-ketakutan tersebut sungguh terjadi, apakah sekadar stigma, atau bisa jadi cuma mitos aja? Nah saya di sini mau membagikan pengalaman buat teman-teman yang mungkin kebetulan juga lagi blogwalking cari referensi ke India. Moga-moga bisa memperkaya informasi... karena... emm spoiler-nya nih, saya berpendapat India nggak separah seperti yang dikatakan rangorang. Tapi yaa ... ada juga kondisi-kondisi yang perlu diwaspadai.... Salah satu contoh jajanan ekstrem para pelancong. Tidak heran jika sakit perut. Foto oleh WIDHA KARINA Sebagai info awal, saya cuma pergi ke 3 kota di India selama seminggu. Kota pertama yang saya datangi adalah Hyderabad yang jadi ibu kota negara bagian Telangana dan sekaligus ibu kota sementara bagi Andhra Pradesh. Lokasinya di India Selatan. Saya dan teman namanya Nisa, tapi bisa dipanggil Lawren. Lha jauh yak memutuskan mampir ke sini karena selain tiketnya lebih murah kami mau nyobain kekhasan langgam budaya India kedua dan ketiga ialah kota yang sangat populer di India bagian utara. Apah lageh kalow bukan Jaipur dan Delhi. Jaipur terletak dalam negara bagian Rajasthan dan Delhi ada dalam union territory Delhi. Kalau dalam konteks Indonesia, ni 3 kota ada di provinsi yang berbeda. Jadi, masing-masing kota bisa beda-beda budayanya, beda kondisi fasilitas publiknya, higienitasnya, dan lain sebagainya. 1 2 3 4 5 6 Lihat Trip Selengkapnya